Sunday, 31 August 2014

Warga Ramai-ramai Cari Emas Batangan di Pantai Ini

http://ift.tt/eA8V8J

Pantai Outer Harbour di Folkestone, Inggris, mendadak ramai oleh penambang emas dadakan dalam beberapa hari terakhir. Para penambang emas yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai kalangan usia tersebut berlomba-lomba mencari 30 batangan emas 24 karat yang disembunyikan oleh seorang seniman.


Adalah Michael Sailstorfer, seorang seniman asal Berlin, Jerman, yang menyembunyikan 30 batang emas senilai 10.000 Poundsterling atau setara dengan Rp194 juta di pasir pantai tersebut. Hal itu dilakukan untuk meramaikan festival seni tiga tahunan yang diadakan di kota tersebut.


Yang menarik, siapapun yang menemukan batangan emas itu, boleh menyimpannya secara cuma-cuma. Sejauh ini, baru ada tiga orang yang menemukan emas batangan itu. Mereka adalah Kevin Wood, Kirsty Henderson, dan Megan Henderson, yang rela jauh-jauh datang dari Canterbury setelah mengetahui demam tersebut melalui Twitter.


Kegiatan bertajuk Folkestone Digs merupakan bagian proyek seni yang digelar setiap tiga tahun sekali di kota itu. Janda pentolan The Beatles John Lennon, Yoko Ono, menjadi salah satu seniman yang ikut ambil bagian dalam festival ini. (News/Metro)






Sumber http://ift.tt/Y2Phsh

via suara.com

“Junk Food” Bikin Anda Malas Konsumsi Makanan Sehat

http://ift.tt/eA8V8J

Sebuah studi terkini menemukan bahwa junk food yang rendah gizi dapat menghilangkan minat orang untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.


Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti Australia melakukan percobaan pada tikus yang diberi junk food seperti kue-kue kering, pie, dim sum selama dua minggu.


Hasil studi menunjukkan berat badan tikus-tikus tersebut bertambah dan mereka kehilangan minat mencari makanan lain.


Ketua peneliti, Professor Margaret Morris dari Universitas New South Wales, mengatakan, temuan ini membantu menjelaskan bahwa konsumsi junk food berlebihan dapat mengubah kebiasaan makan makanan sehat. Tak hanya itu, kebiasaan buruk ini juga mengarahkan pada obesitas dan makan berlebihan.


“Hal yang menarik tentang temuan ini adalah jika hal sama terjadi pada manusia, maka memakan junk food dapat mengubah respon kita terhadap sinyal yang berhubungan dengan keinginan makanan,” imbuhnya.


Efek ketagihan, lanjut Morris, diduga menyebabkan tikus terus mengonsumsi junk food.


“Ibarat Anda baru saja makan siang dengan es krim, tapi saat terdengar pengeras suara dari tukang es krim, Anda beli lalu makan es krim lagi,” tutupnya. (Xinhua)






Sumber http://ift.tt/1qfTwLv

via suara.com

Jokowi Diharapkan Berpikir Kreatif Atasi Masalah Kenaikan BBM

http://ift.tt/eA8V8J

Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), disarankan agar memikirkan persoalan yang beredar mengenai kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (F-PG), Bambang Soesatyo, dalam acara diskusi dan launching buku terbarunya berjudul “Indonesia Gawat Darurat”, di Airman Lounge, Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu (31/8/2014).


“Yang pertama masalah BBM. Jokowi jangan hanya berpikir menaikkan (harga) BBM. Ya, sebaiknya berpikir ulang pada kepemimpinannya. Kita harapkan pemikiran yang kreatif dari Jokowi, tidak dengan mengambil langkah kenaikan BBM untuk mengatasi defisit angaran yang sedang mengancam pada November ini ke depannya,” ucapnya.


Jokowi yang kini masih menjabat sebagai Gubernur DKI, disarankan harus berpikir kreatif dan mengambil langkah-langkah yang tepat mengenai masalah kenaikan BBM.


“Jokowi harus kreatif dengan terobosan-terobosan, misalnya meningkatkan penerimaan negara, mengurangi keluaran (dana) yang tidak efisien, menutup kebocoran-kebocoran, sehingga defisit anggaran beberapa triliun itu bisa meng-cover kenaikan harga BBM,” tutur Bambang.


Bambang pun mengingatkan bahwa Jokowi adalah Presiden terpilih yang diusung PDIP, partai yang sebelumnya dikenal anti-penghapusan subsidi maupun kenaikan BBM. Menurutnya, jika harga BBM tetap dinaikkan oleh Jokowi-JK, maka PDIP berarti telah mengkhianati pendukungnya.


“Karena subsidi adalah hak rakyat. Tidak boleh Jokowi yang justru menang, sementara PDIP konsisten menolak kenaikan BBM, nanti menaikkan. Kalau sekarang mereka menaikkan, PDIP berarti mengkhianati pendukungnya,” tutup Bambang.






Sumber http://ift.tt/1qWsmcv

via suara.com

Pesan Jokowi ke Relawan: Menang, Jangan Lupa Turun ke Bawah

http://ift.tt/eA8V8J

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berpesan supaya kader dan relawannya jangan lupa untuk tetap turun dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Hal itu dikatakan Jokowi dalam acara halal bihalal DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jakarta Utara, di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Minggu (31/8/2014).


“Saya titip (pesan), biasanya kalau menang itu lupa. Kalau sudah menang, lupa tidak turun ke bawah, lupa turun ke masyarakat, lupa akan janjinya, nggak pernah nyapa warga, masyarakat, turun ke kampung-kampung,” kata Jokowi.


Kalau seperti itu, menurut Jokowi, maka masyarakat justru akan melupakan mereka lagi. “Akhirnya apa? Kalau itu dilupakan, akan dilupakan lagi oleh masyarakat,” katanya.


Tapi menurut Jokowi, jika para relawan bisa menjaga hal itu, yaitu masih mau turun ke kampung-kampung atau ke masyarakat, tentu akan ada hasil yang berbeda.


“Kalau masih mau turun ke kampung, ke warga, dengar aspirasi, ya, hasilnya akan beda. Pasti hasilnya akan beda,” kata Jokowi, yang disambut tepuk tangan relawan yang hadir.


Dalam acara ini, Jokowi sekaligus memberikan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat yang membantu memenangkan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014. Dia pun tak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan kader PDIP dan relawan yang telah memenangkannya.






Sumber http://ift.tt/1ue9Qf4

via suara.com

Buku “Indonesia Gawat Darurat”, Rapor Merah SBY-Boediono

http://ift.tt/eA8V8J

Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Indonesa Gawat Darurat. Buku setebal 1.000 halaman tersebut, menurut Bambang, berisi kritikan bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono selama periode 2009-2014.


“(Buku) ini bukan memuji pemerintahan, tapi mengkeritik pemerintahan yang sedang berjalan kemarin, intinya buku rapor merah pemerintahan presiden SBY dan Boediono,” kata Bambang di acara diskusi dan launching buku “Indonesia Gawat Darurat” di Airman Lounge, Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu (31/8/2014).


Politisi Partai Golkar itu mengatakan, tulisannya itu merupakan laporan pertanggungjawaban dirinya selama menjabat sebagai lima tahun menjabat sebagai anggota DPR.


“Saya tulis setiap minggu dan dipublikasikan di berbagai media, nah ini merupakan kumpulanya,” ujarnya.


Lewat bukunya, anggota Komisi III DPR RI priode 2009-2014 ini menilai, pemerintahan SBY gagal memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.


“Saya melihat pemerintahan SBY-Boediono kemarin belum sungguh-sungguh memecahkan persoalan bangsa. Justru negara kita dikepung dengan berbagai kegawatan, gawat darurat korupsi, gawat darurat narkoba, gawat darurat pangan, yang paling penting gawat darurat energi,” jelas Bambang.


Bambang berharap, pemerintahan baru yang akan dipimpin Joko Widodo dan Jusuf Kalla mampu mengatasi apa yang tidak dapat diatasi oleh pemerintahan sebelumnya.


“Buku ini sekaligus kado pemerintahan baru, nanti Jokowi-JK agar tidak mengulangi lagi kesalahan, langkah-langkah kliru selaama 5 tahun yang lalau, agar harapan masyarakt terpenuhi, tercapainya rasa keadilan,” pungkasnya.






Sumber http://ift.tt/1ue8P6N

via suara.com

Facebook Mobile Punya Fitur Search Untuk Cari Status “Jadul”

http://ift.tt/eA8V8J

Apakah Anda mengalami kesulitan ketika mencari postingan status lama di Facebook versi mobile? Kesusahan Anda akan segera berakhir karena Facebook kini memiliki fitur baru untuk mencari status-status “jadul” itu.


Fitur pencarian baru itu sudah mulai bisa dipakai oleh sejumlah pengguna Facebook versi mobile. Dengan fitur itu, waktu pencarian menjadi lebih singkat.


Tahun lalu, Facebook sudah lebih dahulu memasang fitur yang dikenal dengan nama “Graph Search” tersebut di versi desktop. Teknologi pencarian baru bisa dipakai untuk menemukan status dari teman dengan menggunakan kata kunci, juga konten dari halaman manapun yang diikuti pengguna.


“Kami mengujicobakan pengembangan fitur pencarian ini pada Facebook versi mobile. Pada uji coba ini, Anda dapat memakai kata kunci untuk mencari postingan yang Anda unggah ke Facebook,” kata seorang juru bicara Facebook.


Kendati demikian, muncul kekhawatiran pelanggaran privasi dengan adanya fitur baru tersebut. Dengan fitur ini, segala postingan atau komentar yang dibuat oleh seorang pengguna bisa dilihat oleh semua pengguna Facebook.


“Dengan kata lain, apapun yang ditulis seorang pengguna di Facebook, tidak akan hanya lenyap di Lini Masa dan Beranda sampai dilupakan oleh Anda dan lainnya — Itu akan mudah ditemukan kembali,” kata seorang pengamat.


CEO Facebook Mark Zuckerberg telah lama berupaya mengembangkan fitur search di jejaring sosialnya. Tujuannya, tak lain adalah agar jejaring sosial itu mudah digunakan dan lebih bermanfaat untuk penggunaan sehari-hari. (Tech Times)






Sumber http://ift.tt/1ndkkHG

via suara.com

‘Bisik-bisik’ dengan Boy Sadikin, Jokowi Mengaku Tak Bicara Soal Wagub

http://ift.tt/eA8V8J

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tampak akrab dengan Ketua DPD DKI Jakarta, Boy Sadikin, dalam acara halal bihalal DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jakarta Utara, di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Jakarta, Minggu (31/8/2014).


Boy yang berada di deretan kursi terdepan, duduk tepat di samping kanan Jokowi. Keduanya sesekali tampak saling berbisik dan tersenyum.


Disinggung soal keakraban ini, Jokowi tidak berkomentar banyak. Dalam pertemuan ini, Jokowi mengaku tidak melakukan pembicaraan soal Wakil Gubernur dengan Boy.


“Nda-nda ada apa-apa,” kata Jokowi.


Menurut Jokowi, dia tidak punya hak apa-apa untuk menentukan Wakil Gubernur. Menurut Jokowi, jabatan Wakil Gubernur adalah hak partai untuk menentukannya.


“Wagub bukan urusan saya, urusan partai,” ujarnya.


Nama Boy belakangan tidak asing, sebab namanya masuk dalam kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki T Purnama (Ahok) yang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ahok naik pangkat karena Gubernur DKI Jakarta Jokowi menjadi Presiden ketujuh RI.






Sumber http://ift.tt/1pXmL63

via suara.com