Monday, 1 September 2014

Desak PM Pakistan Mundur, Demonstran Serbu TV Pemerintah

http://ift.tt/eA8V8J

Demonstran anti-pemerintah merebut gedung televisi nasional Pakistan PTV di pusat kota Islamabad, hari Senin (1/9/2014) waktu setempat. Demonstran memutus transmisi siaran dalam bahasa Urdu dan Inggris.


Media setempat menyiarkan liputan langsung dari lokasi terjadinya demonstrasi. Dalam siaran tersebut tapak rombongan orang menyerbu gedung televisi tersebut setelah menembus pagar.


Serbuan itu juga merusak jendela dan properti yang ada di dalam gedung. Sejumlah demonstran juga terlihat membawa tongkat.


Menyusul serbuan itu, kedua saluran televisi tersebut, baik siaran Bahasa Urdu dan Bahasa Inggris hilang dari layar. Lalu, siaran berganti dengan acara lain yang non-berita.


Penyerbuan ini terjadi menyusul aksi unjuk rasa ribuan massa pendukung politisi Imran Khan dan ulama Tahir ul Qadri dari Partai Pakistan Awami Tehreek (PAT), menuntut mundurnya Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif. Para demonstran anti-pemerintah sudah berkemah di depan gedung parlemen Pakistan sejak tanggal 15 Agustus silam. (Reuters/Al Jazeera)






Sumber http://ift.tt/1njwcYw

via suara.com

Suami-Istri Hantarkan Mahasiswa UGM Raih 7 Emas di Pekan Ilmiah

http://ift.tt/eA8V8J

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-27 yang baru saja selesai, menorehkan beberapa cerita. Pada pekan ilmiah itu, UGM keluar sebagai juara umum dengan meraih 10 emas, 5 perak dan 5 perunggu untuk kategori presentasi. Sementara untuk kategori poster, tim UGM mendapatkan 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.


Selain kegigihan mahasiswa, peran serta dosen pendamping tentu saja tidak bisa dilepaskan. Adalah Herianto (Jurusan Teknik Mesin dan Industri) dan Indra Bramanti (Fakultas Kedokteran Gigi). Sepasang suami istri ini adalah dosen pendamping pada pekan ilmiah ke-27 kemarin.


Yang cukup membanggakan dari 10 emas yang diraih, 7 di antaranya diperoleh dari mahasiswa bimbingannya.


“Alhamdulillah mahasiswa bimbingan saya dapat 3 emas, yaitu 2 presentasi dan 1 poster. Istri 4 emas masing-masing 3 untuk kategori presentasi dan 1 kategori poster,” kata Herianto, Senin (1/9/2014).


Menurut Herianto, setidaknya ia sudah mendampingi mahasiswa pada pekan ilmiah sejak tahun 2010. Sedangkan istrinya, Indra Bramanti baru tahun ini ikut mendampingi mahasiswa pada pekan ilmiah.


Pada pekan ilmiah tahun 2010, mahasiswa bimbingannya ada yang mendapatkan 1 emas, kemudian tahun 2012 mendapatkan 1 perak dan tahun 2013 mendapatkan 1 emas di Lombok.


“Hanya tahun 2011 yang tidak dapat medali waktu itu,” katanya.


Herianto maupun Indra Bramanti mengaku resep yang mereka terapkan saat mendampingi mahasiswa adalah rasa cinta dan komitmen. Bagi mereka, tugas untuk mendampingi mahasiswa merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan dengan ikhlas.


Mahasiswa yang mereka bimbing diberi nama Gen Emas atau generasi emas. Dalam membimbing mahasiswa, mereka lakukan layaknya ketika mendampingi anak-anak di rumah. Tidak jarang pula mahasiswa berlatih dan belajar bersama di rumah mereka.


“Ya seperti membimbing anak. Sedih kalau misalnya diabaikan atau tidak nurut. Tapi Alhamdulillah rasa lelah itu hilang ketika UGM menang sebagai juara umum,” kata Herianto.


Mahasiswa bimbingan Herianto yang mendapatkan emas, yaitu Tanri Muhammad Rizal dengan judul Human and Disaster in Harmony Solusi Masa Depan Menjawab Konsekuensi Letak Geografis Yogyakarta; Muhammad Nabil Satria Faradis dengan judul I-PAPS Inovasi Proses Automasi Produksi Dengan Press System Solusi Akhir UKM Helm Ukir AW Khas Indonesia serta Akhsanto Anandito dengan judul ARIT: Automatic Rice Transplanter sebagai Sarana Mempercepat Petani Godean dalam Menanam Padi dengan Tenaga Surya.


Sedangkan mahasiswa bimbingan Indra Bramanti yaitu Silva Eliana dengan judul Detol Portable Dentist Mirror Light Inovasi Alat Diagnostik pada Pemeriksaan Rongga Mulut; Atsana Rizki Prima dengan judul Ka’Egi Kalender Edukasi Gigi-Sebuah Upaya Membangun Paradigma Sehat GILUT dalam Masyarakat (2 emas, presentasi dan poster) dan Puput Kendarwati dengan Inovia ‘Innovation of View and Auditory”: Alat untuk Mengatasi Rasa Cemas Anak Saat Menjalani Perawatan Gigi.






Sumber http://ift.tt/1wZCDtm

via suara.com

Mendagri: Otonomi Daerah Harus Diawasi Pemerintah Pusat

http://ift.tt/eA8V8J

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, mengatakan bahwa otonomi daerah yang sudah berjalan selama ini harus diawasi pemerintah pusat.


“Hal itu penting supaya perkembangan dan pembangunan dapat terselenggara dengan baik,” kata Mendagri dalam pengarahannya pada rapat fasilitasi dan koordinasi forum pimpinan daerah se-Sumsel serta protokol se-Indonesia di Palembang, Senin (1/9/2014).


Dia mengatakan, pentingnya pengawasan tersebut karena bantuan pendanaan juga berasal dari pemerintah pusat.


Menurutnya pada 2015 pemerintah daerah diharapkan fokus pada pembinaan sumber daya manusia aparat pemerintah desa terkait dengan penerapan UU mengenai desa.


“Kesemuanya itu dilakukan supaya kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” kata dia.


Lebih lanjut dia mengatakan, intinya otonomi daerah untuk memaksimalkan pelayanan kepada seluruh masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.


Dalam kesempatan itu Mendagri juga menyampaikan bahwa sekarang ini sedang dibahas 87 daerah otonomi baru di DPR RI, agar daerah otonomi dapat mandiri.


Menurut dia sekarang ini ada daerah otonomi pendanaanya kebanyakan dari pemerintah pusat. Padahal seharusnya tujuan otonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pendanaan sendiri. (Antara)






Sumber http://ift.tt/W274hd

via suara.com

Bakar dan Kencingi Alkitab, Lelaki Aneh Ditahan Polisi

http://ift.tt/eA8V8J

Seorang lelaki ditangkap setelah membakar dan mengencingi sebuah Alkitab di Prescott, Arizona, Amerika Serikat. Aksi mengejutkan itu ia lakukan di depan sebuah rumah penampungan tunawisma, Kamis malam lalu.


Semua berawal saat polisi mendapat laporan soal seorang lelaki yang membakar sesuatu di tangga depan rumah penampungan tersebut. Ketika tiba di lokasi, polisi langsung mengamankan lelaki yang menyebut dirinya sebagai Dark Lord tersebut.


Si lelaki mengenakan jubah berwarna hitam dan merah saat ditangkap. Sebuah kalung berbandul logo pentagram atau bintang bersudut lima tergantung di lehernya.


Belakangan, lelaki berusia 22 tahun tersebut diketahui bernama Eric Minerault. Di depannya, ada sebuah Alkitab yang basah, dan terlihat hangus bekas pembakaran.


Juru bicara kepolisian Letnan Ken Morley mengatakan, Minerault melakukan aksinya di depan tempat penampungan itu karena dia yakin tempat itu tempat beribadah bagi kaum Kristiani. Si lelaki mengutuk warga Kristen.


Minerault pun ditangkap dan dibawa ke pusat penahanan Yavapai County. Ia dijerat satu pasal tentang pembakaran simbol keagamaan. (Mirror)






Sumber http://ift.tt/1vZN5wJ

via suara.com

Persita Dipastikan Turun Kasta

http://ift.tt/eA8V8J

Persita Tangerang, musim depan dipastikan tidak laga berlaga di Liga Super Indonesia (ISL). Hanya menuai 15 poin dari 19 laga, tim berjuluk Pendekar Cisadane dipastikan terdegradasi.


“Menghadapi Pelita Bandung Raya, Jumat (5/9) tidak berpengaruh terhadap peringkat,” kata Manajer Umum Persita Eka Wibayu di Tangerang, Senin (1/9/2014).


Dia mengatakan, harapan menapak tangga klasemen demi menghindari zona merah kandas setelah dihantam Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (31/8/2014), dengan skor akhir 1-2.


Menurut Eka, upaya yang dilakukan pemain sudah maksimal. Hal tersebut dibuktikan dengan serangan yang gencar ke jantung pertahanan Persib.


Bahkan, dalam laga tersebut Persita harus menerima kenyataan pahit setelah gol Sirvi Arfani di menit 63 dianulir wasit. Padahal dari hasil rekaman video, gol tersebut saha karena bola sudah masuk ke dalam gawang.


Saat ini Persita tersungkur di posisi ke-10 klasemen sementara grup I dengan urutan pertama Arema Cronus (43 poin) dan disusul Semen Padang (38 poin).


Pendekar Cisadane itu hanya terpaut satu tingkat dari juru kunci Persijap Jepara, yang sementara mengoleksi delapan poin dari 19 pertandingan. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1r2u4ZO

via suara.com

Persita Dipastikan Turun Kasta

http://ift.tt/eA8V8J

Persita Tangerang, musim depan dipastikan tidak laga berlaga di Liga Super Indonesia (ISL). Hanya menuai 15 poin dari 19 laga, tim berjuluk Pendekar Cisadane dipastikan terdegradasi.


“Menghadapi Pelita Bandung Raya, Jumat (5/9) tidak berpengaruh terhadap peringkat,” kata Manajer Umum Persita Eka Wibayu di Tangerang, Senin (1/9/2014).


Dia mengatakan, harapan menapak tangga klasemen demi menghindari zona merah kandas setelah dihantam Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (31/8/2014), dengan skor akhir 1-2.


Menurut Eka, upaya yang dilakukan pemain sudah maksimal. Hal tersebut dibuktikan dengan serangan yang gencar ke jantung pertahanan Persib.


Bahkan, dalam laga tersebut Persita harus menerima kenyataan pahit setelah gol Sirvi Arfani di menit 63 dianulir wasit. Padahal dari hasil rekaman video, gol tersebut saha karena bola sudah masuk ke dalam gawang.


Saat ini Persita tersungkur di posisi ke-10 klasemen sementara grup I dengan urutan pertama Arema Cronus (43 poin) dan disusul Semen Padang (38 poin).


Pendekar Cisadane itu hanya terpaut satu tingkat dari juru kunci Persijap Jepara, yang sementara mengoleksi delapan poin dari 19 pertandingan. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1r2u4ZO

via suara.com

Sunday, 31 August 2014

Dua Perwira Ditangkap di Malaysia, Kapolri Didesak Mundur

http://ift.tt/eA8V8J

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan kasus tertangkapnya dua anggota Polri oleh Kepolisian Diraja Malaysia di Kuching, Sarawak, harusnya membuat elite Polri malu dan mundur dari jabatannya.


“Kapolri dan Kapolda Kalbar harus mundur dari jabatannya. Apalagi kedua anggota Polri itu ditangkap karena diduga terlibat shabu sebanyak enam kilogram,” kata Neta dalam siaran pers yang diterima suara.com, Senin (1/9/2014).


Kedua anggota Polri yang ditangkap adalah AKBP Idha Endhi Prasetiono dan Brigadir Kepala Harahap.


IPW mendesak harus ada elite Polri yang bertanggung jawab dalam kasus penangkapan tersebut. Bagaimanapun, kata Neta, kepergian dua anggota Polri ke Malaysia harus izin dan sepengetahuan atasan.


“Tidak mungkin seorang anggota Polri bisa pergi ke luar negeri dengan cara selonong boy tanpa izin atasan, apalagi yang pergi itu adalah perwira menengah berpangkat AKBP,” kata Neta.


IPW mengatakan kasus ini sangat memalukan dan muncul di saat Kapolri Jenderal Sutarman berseteru dengan Kompolnas.


“Jika memang terbukti ditangkap karena kasus narkoba, Polri harus berjiwa besar melepas keduanya diproses secara hukum oleh sistem hukum Malaysia. Artinya, kedua anggota Polri itu bisa terkena hukum gantung sampai mati oleh pihak Malaysia,” kata Neta.


Menurut Pasal 39 B Undang-Undang Antinarkotika Malaysia, para pembawa narkoba diancam hukuman gantung sampai mati.


Dari kasus penangkapan tersebut, IPW meminta para pimpinan Polri makin memperketat dan mencermati bawahannya, terutama yang bersentuhan dengan tugas-tugas di bidang narkoba.


Pengawasan internal dari atas ke bawah harus diperkuat. Neta mengatakan atasan harus peduli dengan semua dinamika yang ada di jajarannya.


“Sangat naif, jika seorang Kapolda tidak tahu ada pamennya yang pergi ke luar negeri, kemudian tertangkap polisi negara karena kasus narkoba,” katanya.






Sumber http://ift.tt/1qi7lsV

via suara.com