Friday, 30 May 2014

Lelaki Ini Adalah Fans Paling Loyal Timnas Inggris

http://ift.tt/eA8V8J

Brian Wright, lelaki 44 tahun, adalah fans tim nasional sepak bola Inggris paling loyal. Sejak 1988, dia selalu mengikuti ke manapun The Three Lions melangkah.


Selama 26 tahun mengikuti langkah timnas Inggris, Brian sudah menghabiskan kocek ratusan juta rupiah untuk membeli tiket pertandingan, dan biaya perjalanan.


Dia juga mengoleksi berbagai suvenir Inggris, dan membeli kostum resmi tim nasionalnya sejak 1990.


Tak cuma itu, bila dihitung, dia juga sudah memiliki 26.000 menit untuk duduk di kursi stadion tempat Inggris bertanding. Dan telah melihat 290 pertandingan Inggris.


“Saya bangga ketika berada di belakang gawang, menyanyikan lagu kebangsaan bersama dengan tim,” kata Brian seperti dikutip dari laman Mirror, Sabtu (31/5/2014).


Sayang, selama mengikuti perjalanan Inggris, lelaki yang berprofesi sebagai wasit untuk liga kecil di Coventry itu belum pernah sekalipun melihat tim kesayangannya meraih gelar juara.


“Itu tak mengapa, saya yakin tahun ini Inggris berbeda. Kami memiliki tim muda yang hebat. Mereka tidak memiliki rasa takut gagal,” kata Brian.


“Saya akan tetap mendukungnya dan terus berteriak untuk Inggris,” lanjutnya.






Sumber http://ift.tt/T0hTzr

via suara.com

Pemilih di Daerah Masih Bingung Tentukan Pilihan

http://ift.tt/eA8V8J

Kesempatan mendapatkan suara rakyat masih terbuka lebar bagi kedua calon presiden 2014, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Itu dikarenakan masih banyaknya pemilih yang kebingungan dalam menentukan pilihannya.


“Masih banyak pemilih yang bingung menentukan pilihannya. Per 12 Mei 2014 lalu saja, masih ada 41,4 persen pemilih yang tidak tahu siapa capres pilihannya,” kata Peneliti Populi Center, Yudo Mahendro, dalam diskusi bertajuk ‘Presiden Pilihan Rakyat Daerah, di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu(31/5).


Dia berharap, seluruh calon pemimpin menggunakan cara-cara bijak, dengan menjunjung tinggi etika politik untuk mendapatkan suara rakyat.


Sementara itu, mantan Wakil Ketua DPD RI La Ode Ide berharap agar kepala daerah dapat bersikap bijak jelang pilpres 9 Juli mendatang. “Kepala daerah sebaiknya tidak terlibat dalam kampanye, dan tidak memihak mementingkan partainya,” kata La Ode.


Dituturkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seharusnya menginstruksikan kepala daerah tidak terlibat dalam kampanye. Sebab, selain dikhawatirkan menimbulkan keberpihakan, keterlibatan kepala daerah dalam kampanye juga akan mengganggu tugasnya.


“Jadilah kepala daerah yang baik,” tegasnya.






Sumber http://ift.tt/1nCc8Wx

via suara.com

Lelaki Ini Adalah Fans Paling Loyal Timnas Inggris

http://ift.tt/eA8V8J

Brian Wright, lelaki 44 tahun, adalah fans tim nasional sepak bola Inggris paling loyal. Sejak 1988, dia selalu mengikuti ke manapun The Three Lions melangkah.


Selama 26 tahun mengikuti langkah timnas Inggris, Brian sudah menghabiskan kocek ratusan juta rupiah untuk membeli tiket pertandingan, dan biaya perjalanan.


Dia juga mengoleksi berbagai suvenir Inggris, dan membeli kostum resmi tim nasionalnya sejak 1990.


Tak cuma itu, bila dihitung, dia juga sudah memiliki 26.000 menit untuk duduk di kursi stadion tempat Inggris bertanding. Dan telah melihat 290 pertandingan Inggris.


“Saya bangga ketika berada di belakang gawang, menyanyikan lagu kebangsaan bersama dengan tim,” kata Brian seperti dikutip dari laman Mirror, Sabtu (31/5/2014).


Sayang, selama mengikuti perjalanan Inggris, lelaki yang berprofesi sebagai wasit untuk liga kecil di Coventry itu belum pernah sekalipun melihat tim kesayangannya meraih gelar juara.


“Itu tak mengapa, saya yakin tahun ini Inggris berbeda. Kami memiliki tim muda yang hebat. Mereka tidak memiliki rasa takut gagal,” kata Brian.


“Saya akan tetap mendukungnya dan terus berteriak untuk Inggris,” lanjutnya.






Sumber http://ift.tt/T0hTzr

via suara.com

Ketegasan Prabowo Berantas Korupsi Diragukan

http://ift.tt/eA8V8J

Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, La Ode Ida, mengatakan, pemberantasan korupsi di Indonesia akan sangat bergantung pada presiden terpilih mendatang.


Tetapi soal Prabowo, La Ode mengaku menyangsikan peran bekas Komandan Kopassus itu dalam pemberantasan korupsi. Sebab, saat ini, Prabowo kerap mengumbar janji-janji surga kepada pihak yang mendukungnya.


“Prabowo memang tegas, tapi banyak janji yang berujung pada bagi-bagi kekuasaan. Itu yang akan meruntuhkan ketegasannya. Dan inilah yang melahirkan masalah korupsi,” kata La Ode dalam diskusi bertajuk ‘Presiden Pilihan Rakyat Daerah’ di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu(31/5/2014).


“Janji-janjinya harus dipenuhi, kekuasaan harus dibagi. Tekadnya untuk berantas korupsi jadi tidak berjalan, karena dia harus membalas budi semua dukungan yang sudah dia terima,” jelasnya.


Karena itu, sebaiknya para calon presiden tidak mengumbar janji, dan terus berusaha menarik simpati rakyat dengan cara yang lebih bijak. Sebab, menurutnya, janji-janji hanya akan meruntuhkan keprofesionalan seseorang dalam memimpin.


“Sebaiknya kepentingan rakyat jadi prioritas, karena janji akan meruntuhkan keprofesionalan dalam memimpin negeri ini ke depan,” tutupnya.






Sumber http://ift.tt/1gOgerq

via suara.com

Rakyat Daerah Ingin Presiden Terpilih Bantai Korupsi

http://ift.tt/eA8V8J

Dari sekian banyaknya masalah yang menimpa, korupsi, menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia. Tak heran bila Masyarakat merindukan sosok presiden yang mampu menyelesaikan masalah tersebut, dan menumpas seluruh pelakunya.


Demikian disampaikan oleh Peneliti Populi Center, Yudo Mahendro dala diskusi yang bertajuk ‘Presiden Pilihan Rakyat Daerah’ di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu(31/5/2014). “Masalah prioritas dari rakyat masih mengenai pemberantasan korupsi. Sebesar 32 persen responden daerah memprioritaskan masalah ini, sementara kemiskinan dan masalah lainnya tidak terlalu urgen,” kata Yudo.


Pemberantasan korupsi, katanya, menjadi prioritas utama masyarakat karena program bantuan langsung pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak efektif. Bahkan, program tersebut membuat merajalelanya korupsi di daerah.


“Program bantuan langsung SBY jadi dasar mereka, banyak program tapi tidak efektif, bahkan korupsi merajalela di daerah,” tambah Yudo.


Parahnya lagi, Pemerintahan SBY tidak mampu menunjukkan ketegasan dalam pemberantasan korupsi. Bahkan, ungkapnya, kalau dinilai dari angka 1-10, ketegasan SBY masih berkutat di angka 6.


“SBY belum tegas dan kalau dinilai baru mencapai angka 6,” tutup Yudo Mahendro.






Sumber http://ift.tt/1pFLpFv

via suara.com

Front Buruh Dukung Prabowo-Hatta

http://ift.tt/eA8V8J

Direktur Penggalangan Relawan Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Syahganda Nainggolan, menyatakan Front Buruh Indonesia Raya memperkuat upaya pemenangan pasangan itu pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.


“Sedang disiapkan langkah-langkah deklarasinya dengan melibatkan tokoh-tokoh serta aktivis elemen perburuhan dari Jabodetabek dan daerah lain,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (31/5/2014).


Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Ia menyebutkan terdapat sekitar 20 organisasi pergerakan buruh yang tergabung dalam Front Buruh Indonesia Raya.


Sama seperti Aliansi Aktivis Dukung Prabowo-Hatta yang telah dibentuk sebelumnya, Front Buruh Indonesia Raya juga menyalurkan aspirasi dan dukungan untuk Prabowo-Hatta agar terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014–2019.


Ia mengatakan bahwa aspirasi kaum buruh kepada Prabowo-Hatta dirasakan makin menguat oleh karena agenda yang diusung capres dan cawapres itu berorientasi pada penciptaan martabat bangsa, di samping berkomitmen menumbuhkan aspek kesejahteraan atau berupa kemajuan harkat hidup rakyat.


“Jadi, permasalahan taraf hidup buruh yang tergolong rendah sekaligus marginal, memiliki kesesuaian dengan agenda yang diperjuangkan oleh Prabowo-Hatta untuk diperbaiki dan ditingkatkan,” katanya.


Ia mengakui bahwa persoalan yang dihadapi buruh mengenai ketidakadilan di lingkungan pekerjaannya pun kerap dikemukakan Prabowo untuk dilakukan pembenahan, sebagai perhatian utama guna agenda perbaikan nasib buruh ke depan.


“Masalah upah murah, ketidaklayakan hidup buruh dan keluarganya, serta adanya sistem kontrak kerja alih daya (outsourcing) yang merugikan buruh/pekerja, justru sangat serius untuk diatasi melalui program duet kepemimpinan bangsa Prabowo-Hatta sehingga keberadaan buruh bisa hidup lebih layak dan bermartabat,” katanya. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1hHQnwC

via suara.com

Paspornya Digambar Anak, Warga Cina Terjebak di Korsel

http://ift.tt/eA8V8J

Seorang lelaki warga negara Cina terjebak di Korea Selatan. Dia tak dapat keluar dari Korsel akibat paspornya dicorat-coret oleh anaknya yang berusia empat tahun.


Chen, nama lelaki malang itu. Saat ini dia masih mengurus segala penyelidikan di Kedutaan Cina di Korsel.


Kedatangan Chen bersama keluarganya ke Korsel, sejatinya dilakukan untuk liburan. Namun, tanpa Chen ketahui, anaknya mengambil paspor dan mencorat-coretnya, hingga tak lagi berbentuk.


Foto Chen dalam paspor juga turut hancur lantaran coretan anaknya. Alhasil, pihak imigrasi pun harus kembali memastikan keaslian dokumen dan paspor Chen.


Belum diketahui hingga kapan Chen bakal terjebak di Korsel. (Mirror)






Sumber http://ift.tt/1hHQlos

via suara.com