Saturday, 30 August 2014

Muktamar PKB, Ribuan Peserta Kesulitan Akses Masuk Lokasi

http://ift.tt/eA8V8J

Ribuan peserta muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kesulitan akses masuk ke dalam lokasi muktamar di Gedung Empire Palace Surabaya. Hal itu karena keterbatasan lift yang tersedia di gedung tersebut, Minggu (31/8/2014).


Akibatnya, peserta muktamar terpaksa dialihkan melalui eskalator yang ada di belakang lobi untuk menuju ke tempat muktamar.


Namun, Escalator yang seharusnya mengantarkan peserta muktamar di lantai lima, hanya bisa berfungsi sampai dengan lantai 3 dan sisanya peserta harus jalan kaki menggunakan tangga darurat.


“Lumayan bisa mengurangi lemak,” tutur Rohmadi, peserta dari Jawa Barat dengan nafas tersengal-sengal.


Sistem keamanan dengan model screening yang dilakukan petugas keamanan juga menambah kesulitan peserta untuk masuk ke lokasi.


“Yang bisa masuk, hanya yang membawa kartu tanda pengenal saja. Bagi yang belum memiliki kartu tanda pengenal, silakan melakukan registrasi dulu di lokasi yang ditentukan,” kata salah seorang petugas.


Selain itu, pada saat yang bersamaan di gedung yang berada di Jalan Blauran ini juga digunakan untuk kegiatan lain yaitu pesta pernikahan.


Kondisi inilah yang membuat suasana lokasi menjadi tidak terkontrol karena ada peserta muktamar dan juga ada rombongan lain yang ingin datang ke lokasi pernikahan.


Pengamanan ketat juga dilakukan oleh petugas kepolisian dari Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya baik secara terbuka dan secara tertutup. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1qWfzqo

via suara.com

Jokowi: Kalau di DKI Jakarta Kalah, Mau Ditaruh di Mana Muka Saya?

http://ift.tt/eA8V8J

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan merasa malu bila dirinya tidak memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Hal itu dia katakan dalam acara halal bihalal DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jakarta Utara, di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Jakarta, Minggu (31/8/2014).


“Kalau Pilpres, di DKI Jakarta kalah, mau ditaruh mana saya. Muka saya habis. Sudah muka jelek gini, kalah lagi,” kata Jokowi.


Namun, berdasarkan hasil penghitungan Pilpres, Jokowi-JK menempati urutan teratas. Di Jakarta Utara dia mendapatkan suara 60 persen, sedangkan untuk keseluruhan DKI Jakarta dia meraih 53 persen suara.


“Artinya masyarakat Jakarta setuju saya mencalonkan jadi presiden,” kata Gubernur DKI Jakarta ini.


Dia mengatakan, pasangan dirinya dan JK sudah seharusnya menang di DKI Jakarta. Sebab, pada Pemilihan Gubernur 2012 lalu, dirinya menang.


“Minimal, paling tidak dua kali lipat. Kalau lebih keras mungkin bisa tiga kali lipat,” ujarnya.


Jokowi menambahkan, hasil itu pun sesuai yang diperkirakan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014. Dia pun makin optimis pada Pilpres dengan hasil ini.


“Berdasarkan survei pertama menjelang Pilpres, kita cuma dapat 34 persen. (Surveinya) Kira-kira satu setengah bulan sebelum pilpres,” ujar Jokowi.


“Akhirnya 10 hari sebelum hari H kita bertemu dengan seluruh DPC PDI Perjuangan, kita fokuskan turun ke bawah, dan kita lihat, kita menang di pilpres, hasilnya 53 persen di DKI. Dari 34 itu bukan sesuatu yang gampang,” katanya.


Acara ini sekaligus pemberian piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat yang membantu memenangkan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014. Dia pun mengucapkan terimakasih atas bantuan kader PDI Perjuangan dan relawan yang telah memenangkannya.


“Saya tidak bisa membalas dengan apa-apa, tapi ucapkan terimakasih yang besar-besarnya yang hanya bisa saya sampaikan,” kata Jokowi.






Sumber http://ift.tt/1udWsI7

via suara.com

Studi: Hubungan Dekat Dasar Kehidupan Bebas Stres

http://ift.tt/eA8V8J

Kita semua tahu bahwa hubungan mendalam dan bermakna memainkan peran penting dalam kesejahteraan hidup secara menyeluruh.


Menurut sebuah studi yang menarik, hubungan dekat tidak hanya mendukung individu dalam kemampuan mereka untuk mengatasi stres atau kesulitan, tetapi juga dalam upaya mereka untuk belajar, tumbuh, mengeksplorasi, mencapai tujuan, mengembangkan bakat baru dan menemukan tujuan dan makna hidup.


“Orang-orang akan paling mungkin untuk berkembang dengan baik adalah mereka yang mempunyai hubungan dekat sebagai fungsi pendukung yang berbeda. Hubungan dekat tersebut bisa dengan teman-teman, orang tua, saudara, pasangan atau mentor,” kata peneliti Brooke Feeney dari Carnegie Mellon University dan Nancy Collins dari university of California di Santa Barbara.


Hubungan dekat tersebut, kata dia, memiliki fungsi penting tidak hanya membantu orang untuk membangun kepercayaan dirinya, tetapi juga mendorong orang tersebut untuk berkembang lebih maksimal lagi.


“Kami lihat ini sebagai sumber kekuatan dukungan,” imbuh Feeney.


Fungsi penting lainnya dari hubungan dekat adalah untuk mendukung berkembangnya seseorang tanpa adanya kesulitan dengan mempromosikan partisipasi penuh dalam kesempatan hidupnya untuk mengeksplorasi diri, bertumbuh dan meraih prestasi. (Zeenews)






Sumber http://ift.tt/1udWuzv

via suara.com

Raup 60 Persen Suara di Jakut, Jokowi Ucapkan Terima Kasih

http://ift.tt/eA8V8J

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan terimakasih atas kemenangannya di kawasan Jakarta Utara. Hal itu diungkapkannya dalam acara Halal Bi Halal DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jakarta Utara, di Gelanggang Remaja, Jakarta Utara, Minggu (31/8/2014).


“Saya tidak bisa membalas dengan apa-apa, tapi ucapan terimakasih yang besar-besarnya yang hanya bisa saya sampaikan,” kata Jokowi.


Pada acara ini dilakukan pula pemberian piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat yang membantu memenangkan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.


Jokowi mengatakan, kemenangannya di Jakarta Utara ini termasuk yang paling hebat dari seluruh Provinsi DKI Jakarta. Sebab, angka perolehan Jokowi-JK mencapai 60 persen. Sementara untuk total di Jakarta sendiri, Jokowi-JK mendapatkan perolehan suara 53 persen yang merupakan hasil kerja keras para kader dan relawan.


“Kuncinya satu, partai kerja, jajaran partai turun ke bawah,” tutur Jokowi.






Sumber http://ift.tt/1pvG86I

via suara.com

Wagub Kepri: Penjualan Pulau Batal Secara Hukum

http://ift.tt/eA8V8J

Penjualan pulau-pulau yang di wilayah Kepulauan Riau merupakan tindakan ilegal dan bila sudah terjadi transaksi maka prosesnya tidak dapat dilanjutkan.


Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo di Batam, Minggu (31/8/2014).


“Berdasarkan aturan perundang-undangan, penjualan pulau itu tidak bisa dilakukan. Dan kalau itu terjadi, bisa dinyatakan batal demi hukum,” katanya.


Soerya belum memastikan kebenaran isu penjualan Pulau Telejek di Kota Batam yang diiklankan di situs jual beli online. Meski sudah tersebar di dunia maya dan direspons berbagai pihak, menurut dia, pariwara itu bisa saja bohong.


“Iklan itu harus ditelusuri dulu. Bisa saja tidak benar. Namanya dunia maya, kebenarannya sulit ditelusuri,” kata dia.


Soerya meminta aparat yang berwenang untuk menelusuri kebenaran iklan itu. Siapa yang mengumumkannya dan tujuan dari pengumuman iklan itu.


Wagub Kepri itu juga meminta seluruh pemerintah kabupaten kota di wilayahnya untuk menjaga kedaulatan wilayah masing-masing, agar tidak ada pulau yang dikuasai pihak tertentu yang dapat merugikan negara dan masyarakat.


Jika sudah terjadi proses jual beli pulau, kata Soerya, maka pemerintah kabupaten kota harus berupaya untuk mengambil kembali hak atas pulau tersebut.


“Kepala daerah punya kewajiban yang jelas untuk menjaga kedaulatan di wilayahnya, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Kalau sudah kecolongan, segera diupayakan menarik kembali,” kata dia.


Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan telah melarang seluruh lurah dan camat untuk mengalokasikan lahan di pulau, apalagi menjualnya.


“Saya sudah menginstruksikan, tidak boleh jual pulau. Kalau camat dan lurah mengeluarkan pengalokasian lahan di pulau, maka batal demi hukum,” kata Wali Kota.






Sumber http://ift.tt/1nd6CEu

via suara.com

ISIS Siapkan Wabah Pes Sebagai Senjata Pemusnah Massal?

http://ift.tt/eA8V8J

Sebuah dokumen yang ditemukan pada laptop milik seorang pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengungkap satu lagi rencana mengerikan kelompok radikal tersebut. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa ISIS sedang mencari senjata pemusnah massal.


Sebagaimana dilansir oleh majalah Foreign Policy, laptop yang ditemukan oleh seorang pemberontak Suriah itu berisi langkah-langkah untuk mengembangbiakkan virus pes dari hewan yang terjangkit dan bagaimana cara menggunakannya sebagai senjata. Dalam salah satu dokumen disebutkan, “Keuntungan senjata biologi adalah tidak membutuhkan banyak biaya namun jumlah korban jiwa yang jatuh bisa banyak”.


Disebutkan pula, granat-granat yang diisi dengan virus diledakkan di tempat-tempat umum seperti stadion olah raga dan stasiun kereta api. Bahkan, dikatakan bahwa serangan bisa pula dilakukan dengan cara bom bunuh diri.


“Sebaiknya (serangan) dilakukan dekat dengan saluran air conditioning (ac),” bunyi petikan dokumen tersebut.


Laptop yang ditemukan itu diyakini kepunyaan seorang militan asal Tunisia. Ia diduga mempelajari ilmu kimia dan fisika sebelum bergabung dalam perang Suriah. Hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui.


Memang, belum ada bukti yang menununjukkan bahwa ISIS sedang mengembangkan senjata biologi pemusnah massal. Namun, kekhawatiran pun muncul setelah kelompok radikal itu merebut sebuah pusat senjata kimia di Irak, bulan lalu.


Wabah pes, yang juga dikenal dengan sebutan Black Death, pernah muncul pada abad ke-14. Ketika itu, wabah pes menelan korban 30 juta jiwa. (Metro)






Sumber http://ift.tt/1nd6Coe

via suara.com

KPA: HIV-AIDS Mimika Capai 3.900 Kasus

http://ift.tt/eA8V8J

Jumlah pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Mimika hingga pertengahan 2014 tercatat mencapai 3.900 kasus. Data itu dirilis secara komulatif oleh pihak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).


Sekretaris KPA Mimika, Reynold Ubra di Timika, Minggu (31/8/2014), mengatakan, kasus HIV-AIDS di Mimika merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Papua setelah Kabupaten Wamena dengan jumlah 5.000 kasus dan Kabupaten Nabire dengan jumlah 4.000 kasus.


Kasus HIV-AIDS di Mimika pertama kali ditemukan tahun 1996 pada dua wanita pekerja seks di lokalisasi Kilometer 10 Kampung Kadun Jaya.


“Menurut data yang kami peroleh, saat ini ibu rumah tangga paling banyak terinfeksi dibanding WPS. Disamping itu ada petani, nelayan, bahkan juga PNS, anggota TNI dan Polri. HIV-AIDS tidak mengenal usia maupun golongan,” ujar Reynold.


Ia mengatakan, melalui upaya yang terus-menerus dengan melibatkan semua komponen dan lini, penularan baru HIV di Mimika sudah bisa dikendalikan. Namun di sisi lain yang menjadi masalah yaitu banyak penderita sudah memasuki stadium AIDS.


KPA Mimika merangkul para tokoh agama di wilayah itu termasuk keluarga-keluarga agar menghapus diskriminasi terhadap Orang Dengan AIDS (ODHA) serta tidak mengucilkan para penderita.


Selain itu, KPA Mimika juga melakukan sosialisasi ke kampung-kampung serta melatih para kader untuk menyebarluaskan informasi tentang upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dengan menjaga perilaku hidup sehat. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1ncYGTL

via suara.com