Suara.com - Saat ini, PDI Perjuangan tengah mengkaji serius beberapa nama tokoh untuk dijadikan kandidat calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo di bursa Pemilu Presiden 2014.
Nama-nama cawapres Jokowi datang dari berbagai latar belakang. Ada yang berasal dari partai politik, militer, maupun profesional.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengungkapkan ada tiga isu penting yang menjadi pertimbangan partainya dalam menentukan calon pendamping Jokowi.
“Seluruhnya (figur cawapres) memiliki berbagai pertimbangan,” kata Maruarar.
Pertama, cawapres harus mampu membantu Jokowi dalam menyelesaikan berbagai masalah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Kaitan dengan isu ini, PDI Perjuangan menilai ada tiga nama yang mereka perhitungkan, yakni Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Abraham Samad (Ketua KPK), Basuki Tjahja Purnama atau Ahok (Wakil Gubernur DKI Jakarta).
Kedua, cawapres Jokowi harus mampu memperbaiki permasalahan ekonomi negara. Dalam kaitan ini, kata Maruarar, Hatta Rajasa sangat dipertimbangkan. Hatta adalah Menteri Koordinator Perekenomian dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional.
Ketiga, PDI Perjuangan juga mengkaji figur dari lingkaran militer. Dari kalangan ini, Panglima TNI Jenderal Moeldoko; mantan KASAD zaman Megawati Soekarnoputri; Ryamizad Ryacudu, dan mantan KASAD Pramono Edhie Wibowo sangat diperhitungkan.
Selain tokoh-tokoh tersebut di atas, PDI Perjuangan juga menghitung figur lain seperti Jusuf Kalla atau JK. Wakil Presiden RI ini ikut dihitung karena mempunyai pengalaman yang matang sekaligus memiliki basis dukungan sosial yang mantap.
Namun sesungguhnya, di luar nama-nama itu, masih ada sejumlah figur lagi yang kemungkinan ditawarkan oleh partai-partai lain kepada PDI Perjuangan.
Sumber http://ift.tt/1gDBtKn
via suara.com
No comments:
Post a Comment