Suara.com - Kain songket memang sangat terkenal dengan kemewahan dan kecantikannya. Siapapun yang mengenakan, pasti terlihat elegan. Itu sebabnya, banyak perempuan yang jatuh cinta pada kain khas Sumatera ini.
Dengan begitu banyak kelebihan yang dimiliki, terutama harganya yang selangit, sangat disayangkan kalau kemudian kain ibi cepat rusak karena tidak tahu cara merawatnya.
Yulia, perajin songket Palembang, Sumatera Selatan, berbagi tips untuk merawat kain songket.
1. Diangin-anginkan
Setelah memakai kain songket, sebaiknya langsung diangin-anginkan. Ketika dianginkan, bagian dalam songket menghadap ke luar. Tapi ingat, jangan letakkan kain songket langsung menghadap ke sinar matahari. Menurut Yulia, hal itu dikhawatirkan justru menghilangkan kilap benang emasnya.
2. Pencucian
Untuk pencucian, menurut Yulia, sebaiknya tidak memakai mesin cuci dan deterjen. “Pemakaian songket kan biasanya sebentar, jarang yang sampai kotor sekali. Dicuci boleh, tapi jangan memakai mesin cuci, apalagi diperas. Bisa dibasahi dengan air saja atau dry clean,” ujar Yulia.
3. Menyimpan kain
Ketika menyimpan kain songket, sebaiknya digantung, bukan dilipat. “Kalau dilipat, apalagi ditumpuk-tumpuk dengan kain lain, nanti bekas lipatannya berbekas. Benang-benang akan terpisah, bahkan bisa putus,” katanya.
Biasanya, jika membeli kain di sentra kerajinan, songket ditempatkan di kardus khusus. Kain dimasukkan ke dalam kardus dengan cara digulung. Jadi sebaiknya, ketika beli, jangan buang kardus tempat songketnya.
Masukkan lagi ke dalam kardus tersebut dengan membungkusnya terlebih dahulu memakai kertas minyak atau kertas sampul. Jangan dibungkus dengan plastik, karena plastik bisa membuat songket menjadi lembab dan menimbulkan jamur.
4. Jangan semprot
Jangan menyemprotkan bahan kimia ke kain songket karena dapat menimbulkan bekas yang lama-lama dapat menghitam. “Biasanya pakai biji merica. Taruh di dalam plastik dan lubangi kecil-kecil. Setelah itu digantungkan di dekat penyimpanan songket,” kata Yulia.
Hal ini dapat menghindari songket dari kutu atau jamur.
Sumber http://ift.tt/1l4dhlR
via suara.com
No comments:
Post a Comment