Suara.com - Pascagempa susulan berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang Chile hari Rabu (2/4/2014), banyak warga Iquique meninggalkan rumah mereka. Mereka mengungsi ke rumah saudara maupun kerabat yang memiliki rumah di dataran tinggi, lantaran takut ancaman gelombang tsunami.
Para warga Iquique tersebut berangkat ke kota tetangga, Alto Hospico yang terletak pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.
Namun perjalanan mereka bukan berarti tanpa hambatan. Mereka harus menempuh rute menanjak sejauh 10 kilometer dengan berjalan kaki. Tidak ada sarana transportasi yang beroperasi di antara kedua kota, lantaran jalan rusak akibat gempa pertama yang berkekuatan 8,2 skala richter.
Mereka pun terpaksa membawa serta harta benda mereka.
“Kami berjalan menanjak tanpa persediaan air minum. Saya tidak mengkhawatirkan diri saya, tapi justru keluarga saya, anak-anak saya,” kata Camilo Fuenzalida, warga Iquique.
Sementara itu, Iqueque, salah satu kota pelabuhan penting di Chile kini lumpuh total. Kapal-kapal yang hendak berlabuh mengalami kesulitan mencari tenaga bongkar muat. Sebagian besar pekerja pelabuhan kini masih mengungsi di Alto Hospicio. (Reuters)
Sumber http://ift.tt/1h9qr0P
via suara.com
No comments:
Post a Comment