Anggota militan dan pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) menyebarkan foto-foto dokumen yang diduga sebagai paspor resmi “khalifah”. Paspor khalifah itu diduga diluncurkan pekan lalu oleh kelompok garis keras tersebut.
Tulisan “Negara Kalifah Islam” tampak terukir di atas sampul paspor tersebut. Pada bagian bawah terdapat tulisan “Pemegang paspor ini, jika dicelakai, maka kami akan mengerahkan pasukan untuk membelanya”.
ISIS diberitakan mengatakan bahwa dokumen itu akan disebarkan ke sekitar 11.000 warga yang tinggal di kota-kota di perbatasan Irak dan Suriah.
Kelompok militan yang disebut paling kaya di dunia itu mengklaim wilayah mereka merentang dari Aleppo, di utara Suriah hingga ke Diyala, wilayah timur Irak.
Paspor itu diduga dicetak di sebuah fasilitas pemerintah Irak di Mosul, yang tadinya akan digunakan oleh pemerintah Irak untuk mencetak kartu identitas bagi warganya mulai pekan depan.
Pekan lalu, lewat pesan suara yang direkam, pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi mengundang umat muslim yang punya keterampilan militer, kesehatan, dan manajerial untuk bergabung di negara barunya.
“Mereka yang bisa berpindah ke Negara Islam harus berpindah, karena hijrah ke rumah Islam adalah kewajiban,” kata Baghdadi. (Al Arabiya)
Sumber http://ift.tt/1r1n7qV
via suara.com
No comments:
Post a Comment