Monday, 7 July 2014

Pilpres 2014 Marak Ancaman Bom

http://ift.tt/eA8V8J

Bukan ancaman kerusuhan, Polda Metro Jaya juga mengungkapkan menerima sejumlah ancaman bom sepanjang Pemilu 2014.


Kapolda Metro Jaya Inpekstur Jendral Polisi Dwi Priyatno, di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/7/2014), mengatakan sudah menerima 17 ancaman bom hingga kini.


“Kalau tidak salah, ada 17 kali pada pemilu, ancaman bom yang kami terima. Namun, sejauh ini hanya ancaman telepon atau ada benda tapi bukan bom,” ujar Dwi.


Polisi bahkan sempat mencurigai sebuah bungkusan yang ditemukan di samping Pos Kepolisian Subsektor Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan sempat diduga sebagai bom. Namun setelah diselidiki hanya sberisi pakaian bekas.


“Hasil pengecekan terakhir, isinya kain-kain sampah. Tidak ada zat-zat kimia untuk bom,” ungkap Dwi


Sebelumnya, Polda Metro sudah menyiagakan 95 ribu aparat kepolisian yang ditugaskan mulai hari ini untuk mengamankan Jakarta menjelas sampai pasca Pilpres 2014.


Dwi menegaskan siap mengantisipasi kerusuhan sampai dengan ancaman terorisme. Polri maupun TNI yang akan bertugas bersama, sudah mempunyai rencana cadangan.


“Kami tetap antisipasi sampai yang paling tinggi, seperti kerusuhan massa, chaos, terorisme. Karena itu, kami buat rencana kontigensi. Kami siapkan baik kekuatan maupun cara bertindak untuk antipasi kejadian yang dimungkinkan timbul,” paparnya.






Sumber http://ift.tt/1qNY9O4

via suara.com

No comments:

Post a Comment