Sebuah lembaran papirus berusia 1.500 tahun diungkap baru-baru ini. Papirus yang merupakan tanda terima pembayaran pajak tersebut ditulisi kutipan ayat Alkitab, kitab suci umat Kristiani, di bagian belakangny. Kertas papirus bertuliskan aksara Yunani tersebut ditulisi teks tentang Perjamuan Terakhir Yesus Kristus, juga sebuah ayat yang menyebutkan “roti manna dari surga”.
Kertas papirus tersebut digulung dan dimasukkan ke dalam sebuah bandul kalung kuno yang selama ini menjadi koleksi Institut Riset John Rylands di Universitas Manchester, Inggris. Dr. Roberta Mazza, seorang periset di institut tersebut menemukan papirus tersebut ketika sedang mempelajari tumpukan koleksi fragmen papirus di perpustakaan.
“Teks (pada papirus) mengatakan bahwa tanda terima tersebut dikeluarkan di Desa Tertembuthis. Dengan demikian kami kemudian beranggapan bahwa orang yang menggunakan kertas tersebut untuk menulis ayat itu berasal dari desa yang sama atau wilayah di sekitarnya, meskipun kami tidak dapat mengesampingkan hipotesis lainnya,” kata Mazza.
Bandul kalung berisi kertas dan ayat tersebut kemungkinan dipakai pemiliknya sebagai jimat keberuntungan. Artefak tersebut kemungkinan besar berasal dari Mesir, dari masa tiga abad setelah Kaisar Konstantin mengkristenkan Kekaisaran Romawi.
Masyarakat Mesir kuno punya tradisi memakai jimat berisi doa-doa pada dewa-dewa mereka, sebagai perlindungan dari bahaya dan roh jahat. Karena Kristen menjadi agama negara di era Kekaisaran Romawi, termasuk Mesir zaman modern, doa-doa kepada dewa-dewa kuno diganti dengan ayat-ayat Alkitab.
Liturgi ekaristi Kristiani, yang menggambarkan Perjamuan Terakhir Kristus dari Matius 26 ayat 28-30, ditulis sebagian di papirus yang terdapat di dalam bandul jimat tersebut. Ada pula bagian dari syair yang tertulis dalam Mazmur 78 ayat 23-24, dimana tertulis tentang (roti) manna dari surga. Kertas papirus itu sendiri merupakan hasil daur ulang, dengan menggunakan teknologi kuno.
Di balik kertas tertulis tanda terima pajak yang sudah pudar tintanya. Ada sebuah tanda tera pejabat pajak dari Tertembuthis, sebuah desa kuno di pinggiran Hermoupolis, yang kini dikenal dengan sebutan wilayah el-Ashmunein.
“Si pembuat bandul jimat kemungkinan memotong sebagian tanda terima pajak tersebut, menulis syair pada bagian belakang papirus dan melipatnya untuk disimpan di dalam sebuah liontin. Itulah sebabnya tinta pada tanda terima pajak rusak dan memudar,” ujar Mazza.
Ayat Alkitab yang dituliskan pun tak mengandung kesalahan, termasuk kesalahan ejaan. Ini menunjukkan bahwa ayat tersebut ditulis dengan mengandalkan ingatan saja, tidak disalin dari dokumen lain. (Tech Times)
Sumber http://suara.com/tekno/2014/09/09/180917/kutipan-ayat-kitab-ditemukan-dalam-papirus-berusia-1-500-tahun/
via suara.com
No comments:
Post a Comment