Vincent, demikian nama bayi mungil yang baru lahir itu. Vincent adalah bayi yang lahir dari rahim cangkokan seorang perempuan asal Swedia.
“Sang penakluk”, begitu arti nama si bayi menurut kedua orang tuanya. Ibu Vincent adalah salah satu perempuan yang terlahir tanpa rahim.
Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, si ibu mengaku sangat bahagia karena akhirnya bisa memiliki anak dari rahim yang sebelumnya tidak ia miliki.
“Ketika saya menggendong bayi saya di dada saya, saya menangis bahagia dan merasa lega sekali,” tutur si ibu yang memilih untuk merahasiakan namanya.
“Saya merasa menjadi ibu seutuhnya untuk pertama kalinya ketika saya menyentuh bayi saya dan terkejut bahwa kami akhirnya berhasil,” lanjut sang ibu.
Ibunda Vincent pertama kali mengetahui bahwa dirinya tidak akan pernah memiliki anak ketika dirinya masih berusia 15 tahun. Sepuluh tahun kemudian, dirinya mendengat soal riset cangkok rahim yang dilakukan sekelompok ahli pimpinan Dr. Mats Brannstorm, seorang profesor di bidang kinekologi University of Gothenburg dan Stockholm IVF.
“Mats mengatakan kepada kami bahwa tidak ada jaminan, tapi saya dan pasangan saya suka mengambil tantangan, kami pikir ini adalah ide yang sempurna,” kata si perempuan.
Awalnya, ibunda dari perempuan tersebut ingin mendonasikan rahimnya. Sayang, tidak cocok. Akhirnya, ada seorang rekan keluarga yang berusia 61 tahun dan bersedia mendonasikan rahimnya.
“Ia (si perempuan berusia 61 tahun) adalah orang yang luar biasa dan dia akan selalu ada di dalam hidup kami,” kata ibunda Vincent.
Dr. Brannstrom mengaku bahagia bisa membangun riset yang berkontribusi pada lahirnya Vincent.
Kelahiran Vincent membuka peluang bagi ribuan orang yang terlahir tanpa rahim. Kondisi semacam itu terjadi pada satu dari 4.500 perempuan.
Namun, yang masih menjadi pertanyaan, apakah operasi bedah semacam itu bisa berhasil bagi sebagian besar perempuan.
Rahim si perempuan itu sendiri, meski telah berhasil melahirkan Vincent, dianggap telah mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi karena konsumsi obat jangka panjang agar rahim tersebut bisa diterima oleh sistem tubuh si perempuan. Akibatnya, si perempuan tidak akan lagi bisa mengandung anak lainnya. (Independent)
Sumber http://suara.com/news/2014/10/05/052818/inilah-bayi-pertama-yang-lahir-dari-rahim-cangkokan/
via suara.com
No comments:
Post a Comment